Langsung ke konten utama

DHCP

DHCP

Nama : Rahmat novianto
Kelas : XI TKJ 2
ASJ

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP servertersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

LANGKAH KERJA

Menginstall DHCP server
1.       Klik Administrative Tools -> Server Manager -> Pada bagian Roles Summary klik Add roles.

2.       Kemudian klik next -> Pada bagian Select Server Roles centang pada bagian DHCP server -> Klik Next.


3.       Pada selanjutnya klik next – next saja, tetapi pada bagian Add or Edit DHCP Scopes -> klik Add - > pada bagian scopes name anda isikan terserah anda, lalu pada bagian starting IP address anda isikan nilai minimum IP yang ingin digunakan oleh client dan ending IP address anda isikan nilai maximum IP yang ingin digunakan oleh client, dan pada subnet mask anda masukkan subnet mask prefix 24 (/24).

4.       Pilih option Disable DHCPv6 stateless mode for this server.

5.       Klik next -> install.


6.       Setelah penginstallan berhasil klik close dan anda sudah berhasil menginstall dan menambah scope DHCP di Windows Server 2008.

7.       Untuk melihat scope di windows server 2008 nya anda bisa menggunakan cara : klik Administrative tools -> DHCP Server -> nama dari DHCP -> IPv4 -> Scope [network id] -> Adress pool.



JIka tiba – tiba hilang atau kehapus scopenya anda bisa menggunakan cara sebagai berikut.
1.       klik Administrative tools -> DHCP Server -> nama dari DHCP ->klik kanan IPv4 -> New scope.
2.       Klik Next -> Isikan nama scopenya -> Klik next.




3.       Pada bagian starting IP address anda isikan nilai minimum IP yang ingin digunakan oleh client dan ending IP address anda isikan nilai maximum IP yang ingin digunakan oleh client -> klik next.


4.       Pada bagian Add Exclusion anda isikan terserah anda asalkan ip tersebut harus ip yang ada didalam range yang telah anda isikan pada bagian IP address range.

5.       Klik next –next saja , lalu finish
6.       Anda sudah berhasil menambahkan scopenya.
Untuk mengkonfigurasi DHCPnya di PC client yaitu dengan cara :
1.       Klik conttol panel -> Network and Internet ->Network and Sharing Center -> Change adapter settings -> Local Area Connections -> Properties -> IPv4 -> pilih option Obtain an IP address automatically dan Obtain DNS Server address automatically -> OK -> OK -> Close.

2.       Lalu tunggu sebentar, dan buka cmd di client -> ketikan perintah ipconfig/all

3.       Lihat pada bagian IPv4 Adress jika ip termasuk kedalam ip range yang anda konfigurasi tadi di windows server 2008 maka anda telah berhasil mengkonfigurasi DHCP server di PC client


Untuk mengubah IP Client sesuai yang anda inginkan menggunakan DHCP Server caranya :
1.       Klik administrative tools -> DHCP server ->klik nama DHCPnya -> IPv4 -> Scope [nework ID] -> klik kanan pada reservation -> new Reservation.
2.       Isikan reservation name terserah anda, lalu isikan IP address yang ingin digunakan oleh client tetapi ip addres haruslah berada dalam ip range yang sudah ditetapkan , dan isikan MAC address PC clientnya -> klik add.

3.       Untuk melihat MAC Adress di PC clientnya, klik cmd -> ketikan perintah ipconfig/all -> Pada bagian physical address itu adalah mac address dari pc client tersebut.

4.       Kemudian ketikkan perintah ipconfig/release di cmd -> enter, dan kemudian ketikkan peintah ipconfig/renew di cmd-> enter.
 
   
    .       Kemudian ketikkan perintah ipconfig/all lagi dan lihat pada IPv4 addressnya telah berubah sesuai dengan keinginan kita.


KESIMPULAN 

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Protokol ini digunakan untuk mengkontrol konfigurasi network sebuah host melalui remote server.DHCP menggunakan UDP Port 67 dan 68. Dimana UDP port number 67 adalah destination port dari Server dan UDP port number 68 digunakan oleh Client.Urutan proses pertukaran informasi dalam DHCP yang dikenal adalah DORA yaitu Discover,Offer,Request,Acknowledge. Yang dimaksud dengan scope IP adalah IP yang disewakan kepada client DHCP server biasanya sebuah IP disewakan dalam kurun waktu tertentu tergantung sampai client DHCP server disconnect atau sudah tidak terhubung ke jaringan itu. jika terhubung ke jaringan itu lagi maka IPnya akan berubah.Yang dimaksud dengan exclude IP adalah IP yang tidak disewakan kedalam DHCP client IP ini biasanya dipakai oleh admin

Daftar Pustaka :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkonfigurasi 5 VLAN Switch pada Cisco Packet Tracer

Mengkonfigurasi 5 VLAN Switch pada Cisco Pack et Tracer Nama : Rahmat novianto Kelas  : XI TKJ 2 Mapel : AIJ Tujuan : Memahami apa itu VLAN dan dapat mengkonfigurasi VLAN pada Cisco Pacet Tracer. Konsep Dasar Apa itu VLAN…. Virtual LAN  atau disingkat  VLAN  merupakan sekelompok perangkat pada satu  LAN  atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan  perangkat lunak  pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask ...

Segmentasi LAN

ASSALAMUALAIKUM.... Blogg ini saya dibuat untuk memenuhi mata pelajaran AIJ. Nama : Rahmat Novianto Kelas : XI TKJ 2 Sekolah : SMKN 13 BANDUNG Segmentasi LAN 1. Segmentasi LAN dengan Switch    Lan switch dapat mengurangi kekurangan bandwitch dan jaringan bottleneck. Switch akan membagi LAN kedalam micro segment yang mana mengurangi colision domain. 2. Segmentasi LAN dengan Bridge     Bridge merupakan alat pada layer ke 2 yang meneruskan data frame menurut Mac addres. Di dalam Mac Address ada pengatur yang ada dalam Mac Address. 3. Segmentasi LAN dengan Router      Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal.     Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transport...

DEFINISI XDXL

XDSL ( Digital Subscriber Line ) xDSL  adalah istilah untuk menyebut semua tipe teknologi digital subscriber lines. Dua jenis yang utama adalah  ADSL  dan  SDSL . Dua jenis lainnya adalah High-data-rate DSL  (HDSL)  dan Very high DSL  (VDSL) . Teknologi xDSL termasuk teknologi  VoIP  (Voice over IP) yang sedang trend saat ini yang dikembangkan.        Awalnya tujuan dari penggunaan teknologi xDSL adalah untuk Video on demand (VoD) dan TV interaktif (ITV). Dengan hadirnya world wide web kebutuhan baru akan bandwith untuk akses internet sekarang dirasakan sebagai satu dari kebutuhan utama untuk menggunakan teknologi xDSL. Potensi aplikasi broadband untuk perumahan telah dirasakan, yaitu termasuk:  video on demand ; near video on demand; delayed  broadcast ;  internet access ;  broadcast video ;  teleshopping ;  telework ;  games ;  karaoke on demand .   ...